Band
Killing Me Inside (Killms) adalah band bergenre Modern Rock / Emo yang
dibentuk pada awal tahun 2006 dengan personilnya, yaitu : Sansan sebagai
vokalis, Raka dan Josaphat sebagai gitaris, Onadio sebagai bassis dan
Rendy pada drum. Pada pertengahan ’08, Raka (gitaris) Killing Me Inside
terpaksa mengundurkan diri untuk bergabung dengan band lain (Vierra)
karena beberapa alasan.
“Gue harus mengundurkan diri dari band ini (Killms) karena adanya
bentrok antara 2 band yaitu Killing Me Inside dan Vierra. Kedua band ini
akan menjalankan kontrak dimana suatu pihak tidak membolehkan playernya
untuk mempunyai lebih dari 1 band. Saat ini gue berada di posisi yang
bagi gue hasil akhirnya sama skali bukan apa yang gua inginkan, dimana
gue diharuskan untuk memilih Vierra yang disebabkan oleh “suatu faktor
keluarga” yang sama sekali gak bisa gue tolak,” kata Raka seperti yang
dituliskan di Blog Myspace Killms.
Kemudian pada tahun itu, memasuki 2009, setelah beberapa kali manggung
dan melakukan tour, Sansan (Vokalis) dan Rendy (Drum) meninggalkan band
dan juga karena beberapa alasan. Sansan sebagai vokalis keluar karena
memang pilihannya dia sendiri untuk keluar (sekarang ada di Pee Wee
Gaskins) dan Rendy sebagai Drummer mengundurkan diri karena sibuk untuk
rencana jangka panjangnya demi masa depan.
Formasi terbaru Killms adalah sebagai berikut: Onadio sebagai vokalis,
Josaphat pada gitar, Agung pada bass dan Davi untuk menggantikan Rendy
pada drum.
Band Killing Me Inside yang beraliran modern rock saat ini sedang
menggelar konser keliling Indonesia untuk memperkenalkan karyanya kepada
penikmat musik di Tanah Air.
Tidak kurang dari 13 kota besar telah dijadwalkan untuk disinggahi band
yang diawaki oleh Onad (vokal), Josaphat (gitar), dan Davi (dram)
tersebut.
Menurut Onad, kota yang akan disinggahi adalah Bali, Surabaya, Malang,
Jogjakarta, Solo, Semarang, Cirebon, Bandung, Medan, Makassar, Manado,
Balikpapan, dan Jakarta.
“Untuk rangkaian tur ini kami sudah memulainya dari Bandung, kami
berharap tur bisa berjalan sesuai dengan harapan kami,” katanya saat
berbincang dengan wartawan di Jakarta, belum lama ini.
Ia menyatakan konser keliling 13 kota besar itu untuk promosi album terbaru
self-tittled Killing Me Inside, setelah diluncurkan di bawah label PT Royal Prima Musikindo (RPM) pada penghujung 2010.
Memiliki album dan menggelar konser keliling Indonesia adalah sebuah mimpi lama Onad, Josaphat dan Davi yang kini terwujud.
“Punya album dan tur ke seluruh Indonesia adalah impian kami sejak dulu.
Musik ini kami dedikasikan buat fans Killing Me Inside di seluruh
negeri,” kata Josaphat.
“Kami berharap konser keliling ini berlanjut ke kota-kota kecil lainnya di Indonesia,” katanya.
Dalam album terbaru ini, Killing Me Inside hadir dengan 12 lagu termasuk nomor hits ‘Biarlah’.
Di lagu itu, Onad menunjukkan karakter vokal
yang segar lewat lengkingan nada-nada tinggi, sedangkan aroma rock yang
kuat disuguhkan oleh Josaphat dan Davi melalui raungan gitar dan
sentuhan dram penuh tenaga
Di jalur indie, Killing Me Insiden bukan
“barang baru”. Band ini memulai perjalanan kariernya pada awal 2006 dan
sempat melalui frase bongkar pasang personel.
Dua musisi mantan band itu adalah Raka yang kini bergabung dalam Vierra, dan Sansan yang kini kerja bareng Pee Wee Gaskins.
Ketekunan berlatih dan kegigihan menghadapi
tantangan membuat Killing Me Inside mampu meraih dua gelar bergengsi,
yakni pemenang kategori Best Indie dan Best New Artist dari ajang Indigo
Awards 2010 di Planery Hall JCC Senayan, Jakarta.
Indigo Awards merupakan ajang unjuk kebolehan bagi insan musik berbakat.
Direktur RPM, Octav Panggabean, menyimpan
optimisme besar bahwa Killing Me Inside akan menjelma menjadi band
dengan nama besar di industri musik Tanah Air.
Menurut dia, kemampuan bermusik dan pilihan
jenis musik Killing Me Inside menjadi salah satu alasan pihaknya
bersedia menaungi mereka.
“Saya punya harapan besar terhadap band ini. Mudah-mudahan anak-anak muda ini memiliki attitude yang tetap sama hingga nanti mereka benar-benar menjadi band besar, tetap rendah hati, ramah, dan tidak macam-macam,” katanya