Awal kemunculan Whizzkid dimulai di era 90-an. Besar dari panggung festival yang satu ke
panggung yang lain. Kebesaran Whizzkid memang tak lepas dari nama Hengky
Supit, sebagai “The Best Vocalis Festival Rock se-Indonesia” ke VI
versi Log Zelebour. Saat itu tiap kali manggung, fans mereka mencapai 20
ribu orang, bandingkan dengan Slank yang waktu itu hanya 7 ribu orang.
Sayang penyakit intern mengerogoti mereka. Padahal, band ini ikut serta
dalam beberapa kontes dan festival.
Sampai puncaknya, mereka ikut salah satu kontes besar, Festival Rock
VI versi Log Zhelebour. Band ini menjadi juara II, sementara Hengky
Supit mendapatkan penghargaan sebagai penyanyi terbaik. Kemenangan ini
membawa mereka masuk dapur rekaman dengan lagu “Nyanyian Kehidupan”,
bersama 10 finalis lainnya dalam sebuah album kompilasi. Album mereka
terjual dengan baik dan
Whizzkid kemudian melakukan tur, tidak hanya di Jawa tetapi juga di luar Jawa.
Dibawah asuhan gitaris God Bless,
Ian Antono, mereka menelurkan album pertama berjudul “Percayalah” yang
terjual sebanyak 200.000 kopi di seluruh Indonesia. Angka yang cukup
tinggi di masa itu. Band ini kemudian melakukan pertunjukan di beberapa
kota di seluruh penjuruh Indonesia. Album kedua mereka, “Gadis Kecil”,
dikeluarkan pada tahun 1994.
Karena friksi internal, Hengky hengkang, masuk Benny mantan vokalis
Gypsy. Bersama Benny, band ini melahirkan dua album, “Langgam Cinta” dan
“Whizzkid 2000″. Setelah bermain di berbagai pertunjukan, band ini
vakum kembali setelah Benny juga cabut. Kekosongan posisi vokal ini yang
membuat band ini vakum. Sampai akhirnya mereka bertemu dengan Ferry
Salim Alfian di tahun 2005.
Dengan Salim, ketiga dedengkot band, Achonk, Ayat dan Agil, kembali
merajut impian “Anak harapan” (Whizzkid). Pasalnya karakter dan wilayah
suara Salim tak jauh beda dengan pendahulunya, Hengky Supit.
Tahun 2006, band ini meluncurkan album “Satu Nafas Cinta”. Di
dalamnya, mereka juga menghadirkan empat judul lagu yang dulu pernah
menjadi hit di radio. Lagu-lagu tersebut adalah “Percayalah”, “4 Tahun”,
“Lepaskan” dan “Biar Kutemui”. Keempat lagu itu di aransemen dengan
menyesuaikan pada kebutuhan pasar musik masa kini. Tiga cabang musik
kemudian mereka klaim menjadi ramuan manis dalam album ini, yakni,
Ballad, Funky dan Blues.
Usia bukanlah sebuah masalah dalam urusan musik. Karena kekuatan
musik berada di kreasi. Dan Whizzkid punya itu. Makanya mereka berani
kembali naik panggung. Kini Whizzkid kembali dan ingin menunjukkan
kepada dunia bahwa mereka masih mampu memberikan yang terbaik bagi
penggemar mereka. Pada tahun 2010, bersama Global Musik, mereka
menelurkan album terbaru yang bertajuk “Nothing but Love”. Mereka ingin
mengembalikan kejayaannya dulu dengan kembalinya Hengky Supit menjadi
vokalis dengan dukungan vokal Ali Akbar dan gebukan drum Kamal,
diharapkan dapat diterima oleh semua pecinta musik di tanah air terutama
para penggemar music Rock.
Anggota Whizzkid
- Hengky Supit – Vokal, Gitar
- Ali Akbar – Vokal
- Ayat – Gitar
- Dowenk – Gitar
- Achonk – Bass, Vokal
- Kamal – Drum
Mantan Anggota Whizzkid
- Benny [ex-Gypsy] – Vokal
- Ferry Salim Alfian – Vokal
Diskografi Whizzkid
- Percayalah
- Gadis Kecil
- Langgam Cinta
- Whizzkid 2000
- Satu Nafas Cinta
- Nothing but Love