NETRAL adalah sebuah kelompok musik yang dibentuk pada bulan November tahun
1992. Awal kemunculan videoklip di stasiun TV saat itu (MTV Indonesia
yang pada saat itu masih menjadi bagian dari Antv) dari lagu di album
pertama, “Wa…lah”. Netral mengusung aliran Rock Alternatif
.
Saat terbentuk, band ini hanya terdiri dari tiga personil, yaitu :
Bagus Dhanar Dhana (vokal, bass), Gabriel Bimo Sulaksono (drum), dan
Ricy Dayandani (gitar)
.
Namun saat ini posisi Drummer dan Gitaris telah diganti oleh Eno
Gitara Ryanto (Eno) dan Christopher Bollemeyer (Coki). Hanya Bagus yang
tersisa sebagai personil awal yang terus berlanjut hingga kini. Saat ini
mereka telah beralih label ke Kancut Records, sebuah label independen,
yang dibentuk oleh Bagus dan Eno sendiri.
Pada awalnya, mereka memainkan musik dari kelompok musik luar negeri
seperti Nirvana, Sex Pistols, Sonic Youth, The Cure, dan lain-lain.
Mereka juga tampil dalam acara-acara di sekolah-sekolah maupun
universitas-universitas di Jabotabek. Penampilan serta atraksi
Netral
dipanggung membuat mereka dikagumi anak-anak remaja. Termasuk juga
remaja asing yang bersekolah di Jakarta Internasional School (JIS), yang
kemudian membuat band ini kerap kali diundang untuk menjadi pengisi
acara rutin sekolah tersebut bernama Black Hole.
Banyaknya pementasan yang dilakukan membuat band ini semakin dewasa
dalam penampilan. Sehingga mereka mulai memikirkan untuk membuat album
sendiri. Pada tahun 1994, mereka mendapatkan produser untuk album
perdananya. Dibawah naungan PT. Indosemar Sakti, mereka berhasil menjual
lebih dari 80.000 unit kaset dan Compact Disc dari album perdana ini.
Hal ini membuat promotor-promotor Indonesia dan media asing tertarik
untuk mementaskan Netral. Tercatat sebanyak lebih dari 50 pementasan
dalam 1 tahun di seluruh Indonesia.
Sejak saat itu berita tentang Netral sering memenuhi halaman diberbagai media, baik cetak maupun elektronik.
Netral disebut oleh pers Indonesia dikatakan sebagai band alternatif
.
Terlepas dari yang diberikan pers Indonesia ini benar atau tidak. Yang
jelas band yang dibentuk dari hasil persahabatan di SMA Negeri 55 dan
SMA Negeri 60 Jakarta ini hanya memainkan musik yang benar-benar murni
keluar dari hati nurani mereka sendiri. Sesuai dengan definisi musik
yang kita kenal.
Musik adalah suatu bahasa yang universal yang dapat dimengerti oleh
semua orang, dimana musik menyuarakan isi hati sang pemusik yang memang
ingin mengeluarkan dan membagikan apa yang mereka rasakan kepada semua
orang. Begitulah tekad personil awal band yang mengusung Punk ini adalah
Bagus Dhanar Dhana (bas, vokal), Gabriel Bimo Sulaksono (drum), dan
Ricy Dayandani alias Miten (gitar).
Berita tentang Netral juga banyak terdengar di media Elektronik dan
juga di media cetak remaja. Hampir semua majalah remaja di Indonesia
pernah memuat ulasan tentang band ini, bahkan majalah sekelas Gatra
memuat tentang band ini satu halaman penuh. Album kedua mereka berjudul
“Tidak Enak” dirilis pada tanggal 30 Juli 1996 dan koferensi pers di
Jazz Rock Café Jakarta dihadiri hampir seluruh rekan pers di Jakarta dan
rekan pers dari daerah lainnya.
Album kedua Netral berjudul “TIDAK ENAK”, memang berkesan tidak enak,
tetapi bila diamati ada keseriusan dan kepedulian dalam musik Netral
sehingga menimbulkan suatu daya tarik bagi yang mendengarnya. Dengan
lagu Bobo, Boring Day dan Desaku album kedua ini tidak kalah angka
penjualannya dengan album pertama.
Band ini semakin dikenal banyak orang sehingga ketika band asing
seperti Foo Fighters, Sonic Youth dan Beastie Boys hadir di Indonesia
pada acara Jakarta Pop Alternatif Music Festival, Netral diminta untuk
menjadi pendamping band mereka. Tercatat lebih dari 50.000 orang
menyaksikan pementasan Netral
. Tidak hanya sukses di
pementasan, namun sukses Netral juga diikuti dengan masuknya Netral
dalam nominasi BASF AWARD untuk kategori pendatang baru terbaik dari
group
Rock
terbaik. Kepribadian sederhana dan apa adanya yang dimiliki oleh Netral
membuat band ini banyak disukai oleh siapapun, baik pers, promotor,
produser, maupun Fans.
Daya tarik group band ini mulai berkembang seiring dengan
berkembangnya era Globalisasi. Dimana suatu masyarakat tidak statis
terhadap suatu pengaruh, tetapi mulai membuka diri untuk mengambil apa
yang cocok dan baik buat dirinya.
Pada tanggal 16 januari 1998, Netral mengeluarkan album ketiga dengan
judul “Album Minggu Ini“ dan berlangsung menggelar tour ke-24 kota di
Sumatera dan Jawa. Dengan klip video “Pucat Pedih Serang“ buatan Rizal
Mantovani, membuat penjualan album ini terus bertambah dengan adanya
lagu-lagu pertama. Angka ini terus bertambah dengan adanya lagu-lagu
lain yang sangat disukai pasar seperti lagu Kau, Selamat Datang dan
Dukun Kebo Ijo. Berbeda dengan album-album sebelumnya, album ini lebih
mudah didengar, dengan harapan mampu menyerap pasar yang lebih luas.
Pada bulan Juli 1998, Bimo menyatakan ingin keluar karena mau mencoba
warna musik baru. Walaupun berat hati namun akhirnya band ini harus
melepas Bimo. Masa-masa tanpa Bimo harus dilewati dengan Additional
Drummer untuk mengisi jadwal pementasan.
Atas desakkan produser, Netral harus segera mencari Drummer tetap
untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Bimo, maka setelah
mempertimbangkan banyak hal, diputuskan untuk mengajak Eno sebagai
Drummer tetap Netral. Maka terhitung sejak 26 Maret 1999, Eno menerima
tawaran Netral dan resmi menggantikan Bimo.
Bersama Eno, akhirnya band ini dapat merilis album keempatnya yang
berjudul “PATEN“ pada tanggal 9 Juni 1999. Dengan didukung Additional
Musician seperti Dhani Ahmad dan Deasy Fitri, hits mereka yang berjudul
“Nurani“dipercaya dapat menaikkan angka penjualan album diatas 150.000
unit. Apalagi di album ini masih ada materi-materi seperti Babi, ’98,
Pecah Belah, Yang Enerjik, mudah dipahami dan dapat mewakili suara-suara
anak muda yang selama ini kurang didengar. Sound Guitar yang unik dan
pukulan Drum Eno yang dinamis menjadikan album ini lebih matang dari
album-album sebelumnya.
Pada Tahun 2001, dengan 2 orang personil aja band ini merilis album
ke V dengan judul “Oke Deh” dengan hits singlenya “Bertarung”. Album ini
berisikan lagu-lagu terbaru karya Eno dan Bagus serta dibantu oleh
beberapa additional gitar.
Tahun 2003, mereka mendapat satu personil baru untuk posisi gitar yaitu Coki
, setelah melalui audisi yang panjang dan beberapa kali ikut sebagai additional gitar di beberapa konser musik bersama Netral
, maka akhirnya, Coki resmi menjadi anggota band. Di tahun yang sama, mereka merilis album terbaru bertitel
“Kancut
”
dengan single pertamanya yang berjudul “I Love You”. Album ini cukup
sukses dan merebut perhatian anak-anak muda karena materi album ini
cukup fresh, dan unik namun memiliki ciri khas Netral yang kental.
Pada akhir tahun 2003 , Netral mengeluarkan klip keduanya berjudul
“Namanya Juga Netral”. Lagu yang sedikit berbau bossas ini disertai
lirik yang lucu dan tetap diakhiri dengan beat ala Netral yang kencang
dan powerful, menjadikan lagu ini menjadi sesuatu yang baru dan unik
bagi pasar musik Indonesia.
Tanggal 7 Februari 2005, Netral merilis album ke VII, dengan materi 7
lagu dan hanya dicetak 7000 keping CD saja, Netral bermaksud agar album
ini menjadi persembahan yang special bagi para pecinta musik Netral
.
Karena album ini hanya dicetak terbatas. Dengan menjadi produser album
sendiri dengan nama “Kancut Record”, Netral merilis album “Hitam”,
dengan single pertamanya “Haru Biru”. Album ini disertai bonus DVD
berisi film tentang pembuatan album ini. Maka menjadikan album ini
sesuatu yang special dan mungkin baru pertama di Indonesia.
Anggota Netral
- Bagus Dhanar Dhana – Vokal, Bass
- Christopher Bollemeyer – Gitar
- Eno Gitara Ryanto – Drum
Diskografi Netral
- Wa..lah (1995)
- Tidak Enak (1997)
- Album Minggu Ini (1998)
- Paten (1999)
- Oke Deh (2001)
- The Best of (2002)
- Kancut (2003)
- Hitam (2005)
- Putih (2005)
- 9th (2007)
- The Story Of (2009)